di kursi tunggu puskesmas, aku duduk
menulis namamu di atas kertas
huruf-huruf kecil berbicara pelan
seperti suara hati yang ragu
kemudian kulempar ke lantai dingin
menatap kosong, mendengar detak jam
waktu merangkak dalam pikiran panjang
menggulung perasaan yang tak terucap
akankah nama itu kembali
atau tetap menjadi rahasia tak terjamah
seperti angin luar jendela berbisik
mengajak pergi ke tempat lain
tapi aku tetap terpaku di sini
mendengar bisikan yang tak jelas
menunggu jawaban yang tak pasti
ketika kertas itu akhirnya terinjak
keberadaannya sirna dalam keramaian
aku sadar cinta bukan soal memiliki
tapi tentang menghargai setiap momen
meski harus melepaskan yang terkasih

Leave a Reply