Di ruang kerja, napas terasa berat
Menyusup di antara kertas-kertas berserakan
Mengintip seragam sekolah di sudut meja
Mengingat tawa yang pernah ada di sana
Kenangan terjalin tanpa sengaja
Mengurai masa yang belum selesai
Dinding-dinding menyimpan bisikan diam
Sementara jendela enggan berbagi cahaya
Mata terpejam, mencari celah
Di tengah hiruk pikuk yang menyesakkan
Ada rindu yang tak kunjung padam
Di sudut ingatan yang masih terbuka
Kursi tua berderit, menemani hari
Langit-langit mendung menggantung rendah
Sejenak memandang kosong ke luar
Mencari makna di balik awan kelabu
Seperti menunggu kabar yang tak kunjung tiba
Di antara desah napas yang terhenti
Namun di balik setiap kelelahan
Ada sinar kecil yang menyelinap masuk
Menemani langkah yang perlahan
Menyemai harapan di balik keraguan
Seragam itu menjadi saksi bisu
Bahwa cahaya dapat ditemukan kembali

Leave a Reply