Kopi Dingin Sebelum Subuh

Dalam mimpi, aku duduk termenung
menyeruput kopi yang sudah dingin
sebelum subuh datang menyapa pagi.
Asbak penuh abu rokok di meja,
seakan menertawakan janji yang tertinggal,
di antara kepulan asap dan kenangan.

Langit gelap masih enggan berganti warna,
seperti hatiku yang menanti keikhlasan.
Kopi pahit ini mencatat cerita
tentang malam yang tak kunjung berakhir,
dan mata yang terus menari dalam lelah,
menggenggam harapan yang meredup.

Satu per satu detik berlalu,
mengalir bersama aroma kopi basi.
Dalam hening, aku merangkai doa
untuk pagi yang belum tentu datang.
Namun, di tengah kesunyian ini,
aku temukan kedamaian yang samar.

Ketika subuh akhirnya mengetuk pintu,
dengan napas lembab dan dingin,
aku tahu tidak semua janji harus ditepati.
Seperti asbak penuh abu,
yang menunggu dibersihkan,
aku biarkan kenangan menguap perlahan.

, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *