Hujan di Jendela Bus

Tetes hujan menari di kaca bus,
embun mengabur pandangan jauh.
Di luar, warung kopi pinggir jalan,
menyimpan cerita di balik asapnya,
seperti kenangan yang enggan pudar.

Di dalam, seseorang duduk diam,
tatapannya menembus rinai hujan.
Keheningan mengisi ruang sempit,

seolah mencari jawab yang tak kunjung datang.

Saat bus melaju, kenangan tertinggal,
rindu terhempas di antara jarak.
Tak perlu kembali, biarkan ia pergi,
seperti hujan yang akhirnya reda,
menyadari bahwa rindu tidak wajib kembali.

, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *