Langkah berhenti di depan pintu, tenang
seperti bayangan pohon di sore hari
…
Dalam gelas bening berembun,
kopi dingin menunggu,
percakapan itu tiba
menyusup lewat …
Di balik kabut pagi yang pelan
aku menyisir rambut dengan tenang,
ember …
Gerimis jatuh, tumpah di atap parkir
membawa suara yang tak pernah kau …
Angin berputar lamban meraba atap kota
bayang-bayang melengkung di bawah lampu jalan
…
Roda berdecit di tengah jalan
bertemu adzan petang yang lengang
lapisan debu …
Di tengah malam sunyi, kulkas menyala
Cahayanya menari-nari di dinding
Seolah memanggil …
Sepi di dapur, kursi kayu berderit
Kopi dingin menunggu di meja
Suara …
Dalam mimpi, aku duduk termenung
menyeruput kopi yang sudah dingin
sebelum subuh …
Tetes hujan menari di kaca bus,
embun mengabur pandangan jauh.
Di luar, …
Hujan pertama mengetuk atap,
mengalir dalam doa tanpa nama,
membawa aroma tanah …
Di bawah langit senja, balon melayang
Terlepas dari genggaman, terbang jauh
Doa …
Di halte sepi kita berdiri,
kabel listrik melintang di udara,
menghubungkan tiang-tiang …
Nada dering itu menggema,
di bawah atap seng basah,
seperti suara dari …
Sepatu berjejer rapi di teras
menanti langkah yang tak kunjung tiba
dalam …
Langkah menahan sinar, teratur di trotoar jauh
bayang mengalir perlahan di bawah …
Di bawah lampu kuning yang temaram,
gerobak nasi goreng berderit pelan.
Langkah …
Di balik uap kaca yang mengabur,
suara orang lain berbisik pelan
tentang …
Gelas di sudut meja menunggu jatuh
getar langkah di malam mengendap pelan
…
Detik jam berbisik pelan
Di antara temaram senja
Suara adzan jauh mengalir
…
kertas putih kusut di meja,
tulisan nama yang pudar,
seperti ingatan yang …
