CINTA DI BALIK KABUT

si pengembara terdiam dalam hening malam,
berharap angin membawa pesan cinta yang terpendam,
namun langkahnya terhenti di persimpangan,
terperangkap dalam bayang-bayang kesalahan,

di hadapan si bidadari, hatinya bergetar,
seperti embun pagi yang menanti sinar,
namun jiwanya terjerat dalam kegelapan,
berharap cahaya datang menuntun jalan,

ingin dia menyentuh langit biru,
agar jiwa yang kelam bisa kembali bersih,
namun pikirannya terbelenggu oleh dosa,
seperti burung terkurung dalam sangkar sempit,

meski cinta terasa jauh dan tak terjangkau,
harapannya terbenam dalam lautan kesedihan,
walau beban di pundak seberat batu,
si pengembara tetap melangkah dalam kerinduan.

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *