Di balkon kosong, angin sore berbisik
Kursi tunggu di puskesmas diam membisu
Seakan menanti seseorang yang tak kembali
Seperti aku, menunggu sesuatu yang hilang
Langit berubah, warna jingga berpendar
Rasa sesal mengalir tanpa air mata
Seperti cermin, memantulkan diri sendiri
Dalam sunyi, tanpa kata yang terucap
Ritme waktu mengalun, tak kenal henti
Menyapu debu kenangan di sudut hati
Kursi itu tetap di sana, setia menanti
Sementara kita, terikat dalam ingatan
Saat malam datang, angin berbisik lagi
Membawa cerita lalu yang tak terselesaikan
Namun kini aku tahu, yang tinggal
Hanya kenangan

Leave a Reply